Sunyi yang Berisi

Perjalanan tak terduga di akhir pekan membawaku pada suatu tempat di kabupaten Tangerang.

Tak ada yang spesial dari kota ini. Pasar tumpah di mana-mana. Rumah berdempetan dengan warung sebagai pintu utama. Motor seliweran tanpa helm di kepala pengemudi. Suasananya serupa dengan kota kecil lainnya di sepanjang Pulau Jawa.

Duduk diam menunggu saatnya pulang, kumenyadari. Rasa ini jarang kualami.

Rasa sunyi yang berisi.

Ada lantunan ayat suci dari masjid di ujung jalan. Suara guru dan murid bersahutan di ruang kelas. Tawa bocah bermain menunggu ibu mereka selesai ikut kelas paket C, ikut memeriahkan suasana.

Aku bisa dengar diskusi angin dan dedaunan. Ada irama di langkah lari si anak balita. Burung pun sesekali menimpali dengan siulannya.

Aku jadi lebih bisa dengar hatiku berbicara. Yang seringkali tersaru bisingnya suara kota. Aku rindu berjarak dengan rangka baja. Aku rindu sedekat ini dengan alam.

Aku sadar hari ini, bahwa alampun rindu kutengok kisahnya.

Halo alam, apa kabar?

Apa yang bisa kulakukan untukmu hari ini?

2 Oktober 2016

menemani Sahabat menunaikan program pengabdian masyarakat di Desa Bebulak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *